Entri Populer

Senin, 29 November 2010

Gambaran Dari sahabat

Gambaran itu datang
Untuk 'ku' timbang

Dia orang yang paling sabar
ku kenal

Tapi ketika kekesalan
merasukinya

Bagai hantu yang
tak bisa ku ajak
bernegosiasi

Lalu kala itu ia
menyuratiku

Berinti,
Ku datang menemui

Ku turuti permintaannya

Siang agak sore itu aku
datang,
menjalari jalanan ibu kota
dari Cililitan hingga Senayan

Dia menatapku
dengan kerut di keningnya

Telingaku berdesis

Rupanya jauh-jauh hari
sudah ia meracik
teka-teki hidup
tuk di hidangkan
untuk ku santap

Lalu ia berkata;

"Apa yang sedang kau cari
di Jakarta?''

Aku diam dan dia
melanjutkan

"Kau gila, aku gila
kau sangat gila dan aku
semakin gila

Tapi,apa kau pernah berfikir
siapa yang agak waras
diantara kita?

Lupakan saja...

Mungkin di Wonogiri
Bahkan di Surakarta
sekalipun

Bisa saja hanya kau
saja satu-satunya
yang gila...

Sebaliknya

Sepertiku

Mungkin di Surabaya
hanya aku yang gila

Tapi,

Di Jakartaini'begitu banyak
orang-orang gila seperti kita

Bukan satuan, bukan puluhan
mungkin hingga ratusan

Atau bisa saja ribuan

Maka,
Kenapa kau masih harus
meyakini kegilaanmu?"

Hatiku kecewa
Sangat kecewa

Aku pulang tanpa
berucap kata

Gambaran itu datang
untuk ku buang
di pinggir jalan

Tanpa lagi
         Ku timbang..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar